Tashawuf Harus Bertanggung Jawab Atas Kemunduran Umat Islam

tashawuf. source immage: rnw.nl

1. tahukah kamu akan sebuah gerakan yang besar kebaikannya dalam sejarah peradaban islam, namun besar juga keburukannya?

2. dialah #tashawuf yg telah membuat berjuta2 orang masuk islam, sekaligus melahirkan sejumlah negara militan,

3. #tashawuf jg yg bertanggung jawab menjadi penyebab kemunduran kekuatan muslim,

4. #tashawuf lah yang menjadi penyebab penukaran pengetahuan rasional dan kritis kaum muslim menjadi pengetahuan intuitif dan takhayul,

5. #tashawuf menjadi penyebab kaum muslim mengabaikan dunia dan memperhatikan akhirat,

6. #tashawuf adalah nama gerakan yg seribu tahun telah mendominasi pikiran juga hati umat islam, dan masih tertanam kuat hingga kini,

7. #tashawuf memelihara jiwa, menyucikan hati, memenuhi kerinduan akan kesalehan, dan kedekatan dengan tuhan,

8. #tasawuf tumbuh, berkembang dengan cepat bergerak kesetiap penjuru dunia muslim,

9. ajaran #tashawuf dibentuk oleh tiga alur-aliran pemikiran bebas yg mengisi ajaran #tashawuf dan menentukan isi & karakternya,

10. pertama, islam membawa asketisme gurun arab, suatu keengganan terhadap kehidupan urban dan menetap yang mewah,

11. al quran & bacaannya, puisi arab & doa kesalehan utk memuji tuhan, cinta pada tuhan serta kehadiran illahiahnya yg ditekankan islam…

12. …menciptakan tradisi kewalian untuk pengabdian mutlak kepada allah dan rasulnya,

13. *pengabdiantotal*

14. teladan kesalehan ini adalah sahabat nabi abu dzar al ghifari (31h/625m); umar bin abdul aziz, al-hasan al-bashri (109h/728m),

15. abu hasyim al kufi (158h/776m) yg sepenuhnya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk sembahyang dan berdoa di masjid kufah,

16. rabiah al-adawiyyah (184h/801m) yg mengajarkan cinta kepada tuhan yg suci & murni, bukan karena cemas akan hukuman / rindu akan pahala,

17. *ringkasnya*, alur pemikiran yg pertama, telah memberikan gagasan pada tasawuf berupa: 1). asketisme gurun arab, 2). pengabdian total,

18. 3). kecintaan yg kuat kepada tuhan, 4). ungkapan puitis,

19. alur pemikiran kedua yg memberikan sumbangan kepada #tashawuf adalah gnostisisme aleksandrian dan hellenisme pythagorean,

20. yang ini agak berbau filsafat memang, sebagaimana konsep teologi/ akidah, #tashawuf pun tak lepas dari filsafat,

21. gnostisisme aleksandrian dan hellenisme pythagorean telah mempengaruhi yudaisme dan kristianitas dan menguasai timur dekat…

22. …selama seribu tahun sebelum datangnya islam,

23. nah, wajar jika saat islam datang, timur dekat dan afrika utara membawa kiasan dan gagasan gnostik ini dalam spiritualitas mereka,

24. dialektika tentang ruh dan materi, cahaya dan gelap, langit yg tinggi dan bumi yg rendah, merasuk kemana2, kedalam islam,

25. tokohnya adalah al-harits bin asad al-muhasibi (222h/838m), dan dzun nun al-mishri (246h/861m), dua pemikir mesir ini telah…

26. …terpengaruh gnostisisme hellenis, dan mengarahkan arus ini untuk memadukan muatannya dengan muatan cinta kepada tuhan,

27. al-harits bin asad al-muhasibi mengajarkan doktrin kebenaran melalui pencerahan (isyraq),

28. dzun nun al-mishri mengajarkan kerinduan dan kemungkinan penyatuan kembali dengan tuhan dalam ruh,

29. *kesimpulannya*, alur pemikiran kedua ini memberikan sumbangan kepada #tashawuf berupa: 1). gnosis sebagai pengetahuan pasti,

30. 2). tamsil cahaya/kegelapan, 3). memuji ruh & mengutuk materi, 4). mendukung kehidupan pertapaan ketimbang kehidupan aktif yg terikat,

31. sekarang yg ketiga, alur atau gerakan ketiga adalah pengaruh kuat buddhisme, agama dominan di asia,

32. buddhisme mengutuk dunia ini, mendukung secara total kehidupan biarawan dan pertapaan,

33. tokohnya adalah ibrahim bin al-adhim (159h/777m) yang keidupannya tidak berbeda dengan kehidupan buddha,

34. is seorang pangeran yang berkuasa di balkh yang memutuskan meninggalkan kedudukan dan hartanya, keluarga dan orang2 yg dicintainya…

35. lalu menjalani kehidupan asketis menyendiri di masjid, berdzikir dan berdoa, mengabaikan segala isi dunia,

36. abu yazid al-bisthami (260h/875m) mengemukakan gagasan hindu-buddha nirwana sebagai tujuan yang menyangkal dan merendahkan diri (fana),

37. sesungguhnya gagasan hellenis dan buddha asing di dunia muslim sampai junayd al-baghdadi (296h/910m) memadukannya dengan…

38. aliran cinta tuhan asketis arab, dan memberi istilah2 islam atau qurani,

39. *kesimpulannya*, aliran pemikiran ketiga ini adalah pengaruh buddhisme, yaitu: 1). menafikan/ fana jasad, 2). meninggikan ruh,

40. 3). anti dunia, 4). anti masyarakat; demikian asal usul #tashawuf, tiga aliran ini bersatu dan mengalir bagai sungai besar.

41. #tashawuf memang luar biasa pengaruhnya, tapi wataknya berlebih2an, gerakan mistisisme menjadi sulit dikendalikan & tidak dominan lagi,

42. umat mengalami kemunduran, alih2 #tashawuf untuk mendisiplinkan manusia agar mematuhi tuhan dan menjalankan syariat…

43. alih2 #tashawuf untuk memperdalam komitmen terhadap islam dan menyucikan serta mengangkat jiwa pada jalan kebenaran…

44. #tashawuf menjadi penyakit yang menyebabkan atau bahkan pemperburuk gejala2 berikut: 1). kasyf (pencerahan gnostik), 2). karamah, …

45. 1). kasyf (pencerahan gnostik) menggantikan pengetahuan, akibat #tashawuf dunia muslim meninggalkan mencari pengetahuan yg rasional,

46. dan berupaya mendapatkan visi pengalaman mistis via pernyataan esoteris, amalan, dan otoritas syaikh/ pemimpin sufi,

47. ilmu pengetahuan jadi tersingkir, sikap pikiran terhadap realitas berubah-diambil alih menjadi kecenderungan subjektif esoteris,

48. keinginan untuk beroleh pengetahuan kritis, rasional dan empiris digantikan cara2 beroleh kebenaran singkat dan mudah: #tashawuf

49. matematika tercampur numerologi, astronomi tercampur astrologi, kimia tercampur alkemi, rekayasa alam tercampur sihir,

50. 2). karamah/ mukjizat kecil, yg menurut #tashawuf terjadi hanya dalam keadaan penyatuan atau komuni dengan tuhan,

52. hubungan alamiah sebab-akibat, sarana-tujuan, dihancurkan & digantikan oleh hubungannya dgn guru sufi yg mampu menampakkan karamah,

53. 3). taabbud, kerelaan untuk meninggalkan aktivitas sosial-ekonomi, utk sepenuhnya melakukan ibadah spiritualistik,

54. padahal islam memerintah rukun islam, juga pelaksanaan khilafah dan amanat tuhan: sosial!

55. gejala2 ini merusak masyarakat muslim; dibawah pesona sufi, orang muslim menjadi apolitis, asosial, amiliter, anetika, tidak produktif!

56. mereka menjadi tidak peduli umat, menjadi individualis, dan menjadi egois yg tujuan utamanya adalah keselamatan diri,

57. mereka tidak bergeming dengan kesengsaraan, kemiskinan, penyakit, nasib umat manusia dalam sejaran,

58. demikian tweet tentang #tashawuf, bagaimana pandangan anda tentang #tashawuf?

7 comments
  1. Abdullah said:

    Manusia apa ini…menghujat ilmu tashawuf tanpa didasari keluasan ilmu yang bijak….sungguh anda sangat dangkal….anda sudah terkena virus ilmu dhohir dan jiwa anda melekat kedunia yang fana ini….apakah anda tidak memandang ruh anda yang hanya bisa dirasakan dengan ilmu bathin membutuhkan penghayatan keimanan.. hakikat hidup ini adalah ruh…karena jasad akan menjadi bangkai…jasad hanyalah kendaraan. penghayatan iman itu hanya bisa didapat dengan mempelajari ilmu tashawuf…ilmu tashawuf hanyalah istilah saja…kenyataannya adalah sesuai akidah dan ajaran nabi…ilmu tashawuf diambil dari ribuan hadist dan diambil intisarinya…dan itu hanya bisa didapat dengan qolbun salim…bukan dengan teksbook thinking seperti anda….sungguh keimanan belum melekat dihati anda sebagaimana orang badui yang dikatakan dalam qur’an Surat al-Hujuurat ayat 14 “Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. apakah anda mau hanya dikatakan hanya tunduk pada islam tapi keimanan belum melekat dihati anda??? pelajarilah lebih dalam hakikat hidup ini mas…

  2. Abdullah said:

    Nambahi lagi…anda tahu siapa para pengamal ilmu tashawuf sejati? yaitu para wali songo yang telah berjasa menjadi wakil Allah dibumi ini untuk merubah kepercayaan hindu dengan agama Islam yang benar…jika tidak ada lantaran para wali itu mungkinkah indonesia mengenal Islam??? apakah anda melupakan jasa para ahli tashawuf itu? yang dengan kezuhudan dan keiklasannya tanpa pamrih berdakwah sehingga nusantara ini merasakan manisnya ajaran Islam….jika anda belum mempunyai keluasan ilmu tolong hentikan hujatan anda terhadap ilmu tashawuf.

  3. Derasnya arus globalisasi disegala aspek mengkondisakan hidup ini penuh dengan kepentingan hedonisme yang megarah pada pemujaan materi, sehingga mengubur nilai-nilai spiritual. Aturan syari’at dijalankan dengan ritual yang kaku tanpa menghayati makna yang terkandung. Pelaksanaan agama hanya berdasarkan teks-teks dalil yang hanya merasakan kulitnya tanpa menikmati manis isinya karena minimnya pemahaman dan penghayatan. Rutinitas duniawi menghasilkan kondisi yang penat penuh problem sehingga fikiran menjadi stess dan hati menjadi kering jauh dari kedamaian, padahal fitrah manusia menghendaki perasaan cinta yang dapat menyejukan qolbu sedangkan cinta yang hakiki hanyalah kepada Allah Sang Pengasih dan Penyayang. Tashawuf menawarkan sebuah nilai akhlak yang luhur yang didasari dengan kecintaan mengamalkan agama dan bukan hanya sekedar meminta upah atas pelaksanaan amal (baca:pahala). Para mengamal tashawuf melaksanakan ibadahnya berdasar rasa cinta yag mendalam pada Allah Swt. sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an Surat al-baqoroh ayat 165 “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingannya selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…” Orang yang menyebah tandingan selain Allah berbentuk dominasi perbuatan pada hal-hal selain karena Allah dalam artian seluruh kehidupannya hanya terfocus pada materi belaka yang sejatinya tidak akan kekal inilah yang kemudian disebut dengan nafsu dunia sehingga berujung cinta dunia (hubbu dunya). para pengamal ilmu tashawuf bukan berarti anti dunia yang seakan-akan ia terlepas sekali dengan muamalah kepada manusia dan alam sekitar, namun harus ada keseimbangan dalam perbuatan, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Qoshos ayat 77 “Seyogyanya, carilah kebahagian akhirat pada apa yang Allah berikan (petunjuk) untukmu, namun jangan lupa bagianmu di dunia”. Para pengamal tashawuf sadar akan arti pentingnya materi dunia akan tetapi tidak serta merta mencintai bahkan menjiwai dunia, dunia hanyalah sebagai sarana dan tidak perlu ditanamkan dihati dengan rasa cinta cukuplah diletakan ditangan, Cinta dan Jiwa hanyalah untuk Allah Swt. itulah iman yang sejati. Tashawuf mengajarkan kezuhudan, ini merupakan warisan ajaran nabi Muhammad Saw, serta para sahabat, Nabi pernah merasakan lapar dan perutnya hanya di ganjal dengan batu padahal sebagai seorang pemimpin yang dihormati bukankah sangat mudah untuk memohon makanan kepada kerabatnya..khalifah Umar dan Utsman adalah orang kaya pada jamannya, namun seluruh hartanya diserahkan untuk kepentingan rakyat dan umat…
    Menanggapi penilaian yang sepihak dan berlebihan dari mas Ahmad Farid Mubarok, menurut hemat saya mas farid sangat kliru dalam memahami arti penting bertashawuf, kekliruan itu karena mas farid terlalu mendewakan rasionalitas dan sangat meremehkan nilai hakikat kehidupan yang hanya bisa dirasakan dengan bathin yang bersih, kebenaran itu tidak bisa dilihat dengan kasat mata tapi hanya bisa dirasakan, bukankah Allah itu tidak terlihat oleh mata tapi hanya bisa dirasakan dibathin kita, itulah gunanya tashawuf yaitu menghayati nilai spiritual dengan kedalaman bathin, mas farid jangan menafi’kan itu. Ajaran tasawuf menekankah cinta kasih terhadap pencipta dan sesama manusia jadi tidak benar kalau dikatakan melahirkan militansi sebagaimana tuduhan poit 2 militansi lahir dari penafsiran dalil yang kaku sehingga jihad diartikan selalu dengan kekerasan. Apakah ajaran cinta kasih melahirkan ketidak pedulian sesama umat? Dan egois yang hanya mementingkan keselamatan pribadi? Sebagaimana tuduhan anda no 56 dan 57 padahal para pengamal ilmu tasawuf juga menghayati ajaran Nabi Muhammad Saw dalam sabdanya : “Orang-orang yang pengasih, akan dikasihi oleh Ar Rohman (Yang Maha Pengasih) Tabaaroka wa ta’ala. Kasihilah siapa yang ada dibumi niscaya engkau dikasihi oleh yang di langit.” [HR. Abu dawud, Tirmidzi dan lain-lain. As silsilatu shohihah 925] Hadist lain juga disebutkan “Engkau melihat orang-orang beriman itu dalam hal kasih sayang dan saling mencintai di antara mereka, adalah seperti satu tubuh, jika ada satu organ yang mengeluh (sakit), maka seluruh tubuh akan merasakan sakit dengan tidak tidur dan panas.” [HR. Bukhori dan Muslim,]. Jadi mas farid, janganlah anda menilai ilmu tashawuf dengan pandangan yang kurang proporsional. Dan kenapa anda memandang ajaran tashawuf itu cenderung mengikuti ajaran buddisme (tuduhan no.39) Kalau kita sebagai umat yang beriman harusnya berpandangan ajaran budha mengadopsi ajaran spiritual kita, sayangnya melenceng dan sangat sesat sebagaimana sesatnya bani Israel setelah berkali-kali diturunkan nabi-nabi disana, dan hal tersebut mungkin saja terjadi, bukankah ajaran tauhid sudah bermula semenjak nabi adam diciptakan?. Ajaran tashawuf tidak terlepas dari ajaran islam itu sendiri yang mengambil sisi hakikatnya dan jangan menganggap remeh hal tersebut kecuali jika anda sudah terjangkiti virus sekulerisme dan materialisme…Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah seorang ulama besar yang mempunyai keilmuan yang luas (yang tidak ada apa-apanya dibandingkan para pemikir kritis yang dangkal seperti jaman sekarang) berkata ; Agama semuanya akhlak. Maka barang siapa yang bertambah akhlaknya maka bertambahlah agamanya. Demikian pula halnya dengan tashawuf. Alkattani berkata: Tasawuf itu akhlak, maka barang siap yang bertambah akhlaknya bertambah pulalah tasawufnya. Disebutkan (tashawuf) adalah ; meninggalkan hal-hal buruk dan berhias diri dengan hal-hal utama. Akhlak disini bisa akhlak terhadap Tuhan dan Akhlak terhadap manusia. Contohnya akhlak terhadap Tuhan : menurut ilmu fiqih aurat laki-laki adalah dari perut hingga lutut sehingga apabila sholat hanya menutupi aurat tersebut sudah dikatakan “sah”, pertanyaannya ialah apakah kita akan solat hanya dengan memakai celana pendek sampai lutut? Mana akhlak/etikanya pada Allah? Contoh lebih dalam lagi, setelah dianugerahi kekayaan manusia menjadi sombong…sifat sombong manusia adalah bertentangan dengan Allah dan sangat dibenci oleh Allah kesimpulanya hal tersebut tidak berakhlak dengan Allah Swt. Contoh berakhlak dengan manusia adalah dengan menghormati dan menghargai mereka lebih dalam lagi jka ada manusia berbuat salah pada kita maka apa akhlak yang mulia? Yaitu kita memafkannya. Bukankah itu yang diajarkan Allah dan rosulnya kepada kita? Inilah yang di pelajari di dunia tashawuf sesungguhnya. Apakah mas farid mengingkari hal ini?
    Dalam dunia modern ini terdapat perkembangan ilmu tashawuf, kita mengenal tashawuf modernya Agus Mustofa seorang pengarang buku (terlepas kontraversi baik judul dan isinya) bahkan kita mengenal Dahlan Iskan, saya anggap dahlan iskan telah melakoni ilmu tashawuf modern karena kezuhudanya melalui kesederhanaan bersikap, berpakaian, intregitas, professional jujur dsb…kita tidak menyadarinya yang kita tahu dahlan iskan itu adalah orang baik. Atau kita mengenal Mario Teguh dengan Golden Ways- nya. Bukankah isi penyampaian Mario Teguh tersebut sarat dengan nilai-nilai spiritual yang tidak kita sadari, orang tahunya ialah ungkapan motivasi yang memakai ilmu psikologiy humanity, padahal dalil-dalil qur’an sering diambil olehnya, hanya bahasanya saja yang universal. Contoh lain motivator Arry Ginanjar….dan masih banyak lagi sehingga hal tersebut menghasilan sufi-sufi corporate jaman sekarang dimana mereka bekerja sungguh-sungguh seakan-akan hidup selamannya dan beribadah dengan sungguh-sungguh seakan-akan mati besok (al-hadist). Setelah saya sampaikan contoh-contoh diatas apakah pelaku tashawuf anti kemajuan??? Sangat-sangat tidak benar mas farid. Tashawuf berperan mengawal kemajuan manusia agar tidak melenceng dari nilai-nilai mulia dengan jalan menghayati iman dan melaksanakan amal ibadah/spiritual dengan cara-cara tertentu sesuai ajaran nabi Muhammad Saw dalam hadist2nya dan dengan jalan cinta ilahi melalui dzikir-dzikir pemujaan kepada-Nya (bukankah fitrahnya para pecinta ialah memuja yang di cinta?) Itulah Ilmu Tasawuf.
    Oke, jika ada yang mengatakan ilmu tashawuf cenderung ke dunia mistik, maka jawabannya ialah bahwa upaya pendekatan diri kepada Allah adalah upaya batin yang sangat agung dihadapan Allah Swt. sehingga tidak disukai oleh setan maka jalan menuju kesana sangat terjal dan penuh rintangan. Upaya itu bisa melalui bertawajuh, menyepi (uzlah), dzikir panjang sepanjang malam dll. Maka ditunjukilah oleh setan/iblis hal-hal yang ghaib dan terkesan penuh keajaiban diluar akal manusia dan mempesonakan pengamalnya sehingga apabila manusia lengah, dia beranggapan itu datangnya dari Allah, hal tersebut menghasilkan manusia bersikap merasa sudah hebat, punya kelebihan, punya kesaktian dll. Padahal hal itu dinamakan istidroj bahasa jawanya dilulu sama Allah. Manusia itulah yang lalu disebut dengan “paranormal”. Maka anda harus membedakan para pengamal tashawuf sejati dengan pengamal yang telah melenceng. Dan masih banyak lagi seharusnya yang bisa disampaikan, semoga keterangan ini bisa mengimbangi anggapan yang salah terhadap ilmu tashawuf. Dan semoga Allah selalu memberikan petunjuk kepada kita Amin.Wassalam.

  4. Muhammad Safii said:

    Ya, tashawuf harus bertanggung jawab terhadap kemunduran Islam. Emang mas Farid ini siapa kok menuntut tanggung jawab? Manusia yang ditunjuk Allah sebagai hakim ya? Lalu mengadili kaum shufi lalu memasukkan mereka ke dalam neraka? Tashawuf kurang produktif? Emang seberapa sich produktifitasnya mas Farid? Berapa kitab yang sudah Anda tulis, sudah bisa melebih karya Imam al Ghazali ya? Tashawuf hanya meninggalkan sosial ekonomi? Memang mas Farid lebih kaya daripada Abu Hasan asy Syadzili ya? Atau barangkali lebih kaya dari Tuan Guru Zaini Ghani? al jununu fununu wal fununu junun.

  5. Muhammad Safii said:

    para kiai, para ustad, terima kasih atas pencerahannya. Ya, maklumlah Mas Farid masih muda. Jadi, masih menggebu-gebu. Semangat masih menyala-nyala. Buku-buku sudah banyak ia baca, pengetahuan sudah lumayan. Hanya satu mungkin yang belum diketahuinya bahwa ia berada pada maqam tidak tahu atas ketidaktahuannya. Asal ia keluar dari maqam itu nanti ia akan menyadarinya

  6. joko said:

    Kyaknya si farid ini terjangkit virus wahabi, atau jangan2 islam liberal binaannya amerika…
    Teruskan anda menghina seperti itu, suatu saat anda akan tau sendiri akibatnya.

  7. aira aisyawa said:

    saudaraku, jangan jangan anda memang tidak tahu tashawuf secara mendalam. ibarat orang membuka kelapa untuk mendapatkan minyak tapi anda masih berada pada tataran mengupas sepet atau mendapatkan daging kelapanya saja tentang tshawuf. padahal untuk mencapai minyak masih jauh jalan yang di tempuh.
    atau tashawuf yang anda lihat adalah tashawuf yang salah jalan atau yang sudah terkontaminasi, kemudian itu yang anda komentari.
    atau anda hanya melihat luar bangunan saja tanpa masuk ke dalamnya. saya beri saran masuklah dulu kedalamnya melalui jalan thoriqoh. dan kalau boleh kasih saran masuklah ke dalam thoriqoh shiddiqiyyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: